Peringkat Distro Linux Terbaik 2019

Posted on

Setiap tahun pasti dirilis peringkat distro Linux terbaik yang pernah ada hingga saat ini. Informasi distro Linux terbaik dapat membantu calon pengguna Linux untuk memilih varian yang sesuai dengan kebutuhannya.

Yang dimaksud kebutuhan di sini adalah bisa menjawab dan membantu segala aktivitas yang dilakukan dengan Linux. Ketika memilih distro Linux sesuaikan dengan spesifikasi hardware, kemudahan dalam penggunaan, dan dukunan aplikasi yang tersedia di dalamnya.

Mereka yang baru pertama kali menggunakan Linux pasti memilih distro tanpa pertimbangan atau mencoba-coba saja, ada yang langsung cocok dan adapula yang gonta-ganti Linux hingga menemukan yang terbaik.

Cara mengetahui apakah distro tersebut baik atau tidak sebenarnya bisa dilihat dari jumlah orang yang mendownload ISO Linux dan jumlah pemakai distro tersebut. Selain itu juga bisa sharing ke sesama pengguna Linux untuk saling tukar pengalaman dengan distro yang telah digunakannya.

Daripada Anda pusing menelusuri data-data tersebut silahkan baca artikel ini sampai habis untuk mengetahui peringkat distro Linux terbaik. Sumber data yang disajikan berasal dari Distro Watch, sebuah situs yang berisi tentang distro Linux.

7 Peringkat Distro Linux Terbaik Tahun 2019

Berikut ini adalah daftar 7 peringkat distro Linux terbaik versi Distro Watch, selengkapnya silahkan baca penjelasannya sampai habis.

1. MX Linux

MX Linux

MX Linux merupakan distro termuda jika dibandingkan dengan lainnya karena rilis pertama kali tahun 2016 yang lalu. Uniknya MX Linux mampu merengsek kedepan hingga menempati urutan pertama sebagai distro Linux terbaik.

MX Linux dikembangkan dari Debian dengan dekstop environment Xfce. Tampilannya cukup segar beda dari yang lainnya sehingga membuat pengguna Linux betah berlama-lama didepan komputer.

Baca: Mengenal Macam-Macam Dekstop Environment Linux

Pada tahap installasi memang terasa berat namun setelah selesai ringan banget. Penggunaan CPU dan Memory rata-rata hanya 3% sampai 5% saja. Pokoknya rekomended baget untuk dicoba dan dijadikan daily driver dalam bekerja.

2. Manjaro

Linux Manjaro

Sama dengan MX Linux, Manjaro juga menggunakan Xfce sebagai dekstop environmentnya. Awal diciptakannya distro ini adalah untuk pengguna Linux pemula namun tidak menghilangkan Arch-nya.

Dikembangkan dari based Arch Linux menjadikan distro ini tetap mempunyai jiwa Linux tradisional meskipun tampilannya modern.

3. Linux Mint

Linux Mint Cinnamon

Dominasi Linux Mint yang berada diperingkat pertama selama bertahun-tahun akhirnya runtuh dengan hadirnya MX Linux, meski begitu distro ini masih begitu populer jika dibandingkan empunya Ubuntu.

Linux Mint mempunyai 3 dekstop environment yang bisa Ada coba seperti Cinnamon, Mate, dan Xfce. TERAA.NET menjadikan distro ini sebagai daily driver yang di install pada laptop Dell Inspiron 14 300 series.

4. Elementary OS

Elementary OS

Bagi pencinta keindahan disarankan menggunakan Elementary OS karena tampilan dekstopnya begitu memukau mirip MAC OS miliknya Apple. Berdasarkan pengalaman pribadi TERAA.NET ketika menggunakan Elementary OS, distro ini lebih bagus dari MAC OS.

Pesona OS ini mampu menghipnotis para pengguna Linux untuk mendownload dan memasangnya pada komputer. Perintah commands line juga enak karena basednya Ubuntu.

5. Ubuntu

Linux Ubuntu

Ubuntu merupakan distro Linux yang paling populer di Indonesia karena jumlah penggunanya banyak. Komunitas pengguna Ubuntu juga aktif sehingga kalau ditemukan masalah pada distro tersebut bisa sharing di forum untuk menemukan solusinya.

Dukungan hardware juga cukup bagus sehingga ketika install Ubuntu tidak perlu download driver, sekali install langsung bisa digunakan. Selain dukungan hardware, aplikasi yang tersedia pada Software Center juga banyak. Karena beberapa poin itulah, Ubuntu masih begitu diminati para pengguna Linux di Indonesia.

6. Debian

Linux Debian

Debian merupakan distro tertua karena dikembangkan sejak tahun 1993 dan telah menurunkan beberapa distro terkenal seperti Ubuntu dan Knoppix.

Distro ini dikembangkan langsung dari kode sumber GNU dan Linux, dan tidak memiliki induk distro, sehingga disebut induknya distro. Debian tersusun dari sistem operasi GNU, kernel Linux, dan manajer paket DPKG dan APT.

Tersedia puluhan ribu dukungan aplikasi dan repository membuat Debian disukai pengguna Linux untuk dipasang pada komputernya.

7. Fedora

Linux Fedora

 

Fedora (sebelumnya bernama Fedora Core, kadang-kadang disebut juga dengan Fedora Linux) adalah sebuah distro Linux berbasis RPM dan yum yang dikembangkan oleh Fedora Project yang didukung oleh komunitas pemrogram serta disponsori oleh Red Hat.

Proyek Fedora dimulai akhir tahun 2003, ketika Red Hat Linux dihentikan. Red Hat Enterprise Linux menjadi satu-satunya distro resmi Red Hat, sedangkan Fedora menjadi distro masyarakat.

Bagi Red Hat, Fedora merupakan ajang percobaan untuk menghasilkan distro Red Hat Enterprise Linux (RHEL) yang stabil dan ternyata percobaan tersebut berhasil.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.