File ISO

Cara Membuat File ISO, Membuka, dan Burning

Posted on

Format atau ekstensi dot.ISO (.ISO) banyak digunakan untuk membuat installer system operasi seperti Windows dan Linux. Selain itu ketika mendownload atau membeli master game pasti formatnya ISO. Pertanyaannya adalah kenapa mereka menggunakan .ISO? untuk menjawabnya silahkan simak ulasan mengenai ISO.

Kalau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ISO merupakan kependekan dari International Organization for Standardization yaitu suatu organisasi global untuk menetapkan standar terhadap suatu produk. Namun yang dimaksud ISO di sini bukan itu melainkan erat kaitannya dengan ekstensi file seperti ZIP, RAR.

Pengertian ISO Dalam Kajian Komputer

File ISO atau ISO image adalah sebuah arsip file yang berisi data dari setiap written sector pada optical disc. Dulunya kegunaan file ISO untuk membuat bootable system operasi sebelum diburning ke CD/ DVD. File ISO ditandai dengan icon CD/ DVD, meskipun begitu untuk membuka file ISO sekarang tidak memerlukan optical drive.

Menyimpan file dalam bentuk ISO juga mencegah data terkena virus. Ekstensi file ISO hampir sama dengan ZIP, RAR yang tidak bisa disusupi virus maupun antivirus. Ini alasannya kenapa master game disimpan menggunakan format ISO. Master game umumnya berisi file crack, file ini dianggap virus oleh antivirus, supaya tidak dihapus antivirus maka dibuatlah file ISO.

Alasan Lain Kenapa Data Harus Dibuat File ISO

Selain untuk keamanan data ternyata mengubah data menjadi ISO dapat mempercepat proses transfer data ketika Copy Paste file. Bila Anda mempunyai banyak koleksi foto dan lagu faforit yang tersimpan dalam folder dan sub folder maka ketika Copy Paste file tersebut sangat lama. Kalau diubah menjadi format ISO maka transfer datanya cukup hitungan menit.

Kegunaan File ISO

Kegunaan file ISO banyak sekali diantaranya adalah format penyimpanan system operasi/ master game sebelum diburning ke CD/ DVD. File ISO juga bisa dijalankan tanpa menggunakan kepingan CD/ DVD terutama untuk komputer/ laptop yang tidak dilengkapi optical drive. File ISO dapat digunakan untuk membackup system operasi berserta data-datanya sehingga ketika terjadi error dapat direstore kembali.

Cara Membuat File ISO

Membuat file ISO sangatlah mudah yang diperlukan hanya aplikasi untuk membuat file ISO. Di sini Admin merekomendasikan menggunakan AnyToISO dan 7Zip/ WinRAR. Berikut cara membuatnya:

Membuat File ISO dengan AnyToISO
1. Install dulu AnyToISO, bila belum punya silahkan download AnyToISO, password zip [teraa.net]
2. Untuk membuat ISO menggunakan AnyToISO, filenya harus ada di dalam folder
3. Klik kanan pada folder tersebut kemudian pilih Create
4. Tunggu prosesnya selesai hingga muncul pesan completed
5. Anda berhasil membuat file ISO dengan AnyToISO.

Membuat File ISO dengan 7Zip/ WinRar
1. Anda dapat memanfaatkan aplikasi untuk mengkompres dan ekstrak file 7Zip/ WinRAR. Contoh kali ini menggunakan 7Zip. Belum punya aplikasi download dulu 7Zip, password zip [teraa.net]
2. Contoh ingin membuat ISO dari video Naruto
3. Caranya klik kanan pada file tersebut
4. Kemudian pilih Add to archive
5. Ubah ekstensinya, misalnya Naruto.7Zip menjadi Naruto.ISO
7. Pilih OK, tunggu prosesnya hingga selesai
8. Sekarang Anda berhasil membuat file ISO dengan 7Zip.

Cara Membuka File ISO

Bagi pengguna Windows 8/ 10 bisa memanfaatkan fitur mount ISO, sedangkan yang menggunakan Windows XP/ 7 gunakan Daemon Tools, Ultra ISO, dan atau Power ISO. Berikut ini contoh membuka file ISO menggunakan Windows 10.

Klik kanan pada file ISO kemudian pilih Mount maka akan terbuka pada optical drive virtual di Windows 10.

Cara Burning File ISO

Meskipun sekarang sudah tidak zamannya lagi menggunakan kepingan CD/ DVD, tidak ada salahnya mempelajari gimana cara burning file ISO. Yang digunakan adalah program burning yang cukup popular yaitu NERO. Sebenarnya selain NERO banyak sekali aplikasi serupa untuk burning ISO.

Cara Burning ISO menggunakan NERO:
1. Buka aplikasinya lalu klik File > Open
2. Cari file ISO yang ingin Anda burn lalu pilih Open
3. Dari Menu, pilihlah CD atau DVD serta pilih ukuran dari file ISO tersebut
4. Pilih juga kecepatan penulisan yang Anda inginkan
5. Ceklis opsi Finalize CD/DVD kemudian pilih Burn.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.