suhu prosesor

Menurunkan Suhu Prosesor Dengan Mengganti Fan CPU Cooler

Posted on 17 views

Prosesor adalah otaknya komputer, kalau lagi panas tentu tidak bisa mikir dan bisa pingsan. Untuk mengantisipasi hal tersebut perlu menjaga temperatur diangka yang aman salah satunya dengan menurunkan suhu prosesor dengan mengganti Fan CPU Cooler.

Beberapa akibat yang ditimbulkan dari panasnya prosesor (overheat): not responding, restart dengan sendirinya, dan monitor tidak menampilkan gambar. Anda bisa mengukur seberapa dingin suhu prosesor dengan menggunakan aplikasi Core Temp, kemudian lihat hasilnya dan cari informasi berapa suhu aman prosesor.

Setiap pabrikan baik Intel maupun AMD pasti menyertakan detail suhu prosesor di official websitenya, semakin banyak core di dalam prosesor maka suhunya cepat naik. Bagi pengguna Intel ketika menggunakan Core i5, Core i7, dan Core i9 wajib menggunakan CPU Cooler sendiri, jangan bawaan prosesor.

Pengujian kali ini TERAA.NET menggunakan Intel Core i5 4690K dengan CPU Cooler Deepcool Gammaxx 400S, kemudian ganti Fan bawaan menggunakan Deepcool RF120S. Ternyata hanya dengan mengganti Fan saja bisa mempengaruhi suhu prosesor.

Baca: Tips Memilih Kabel SATA, HDMI, dan DVI Kualitas Terbaik

 

Apakah Mengganti Fan CPU Cooler Berpengaruh Pada Suhu atau Temperatur Prosesor?

Berikut ini perbandingan suhu prosesor Intel Core i5 4690K, kelas tertinggi untuk Itel Core i5 Haswell dengan kecepatan 3.4 GHz yang masih bisa ditingkatkan lagi dengan overclock. Bila menggunakan CPU Cooler standar bawaan Intel maka didapat suhu prosesor di atas 60 derajat, namun ketika menggunakan CPU Cooler Deepcool Gammaxx 400S suhunya turun menjadi kisaran 50 derajat.

Temperatur prosesor menggunakan Fan satandar bawaan Deepcool Gammaxx 400S

Setelah Fan bawaan Deepcool Gammaxx 400S diganti dengan Deepcool RF120S hasilnya sungguh diluar dugaan karena turun menjadi kisaran 40 derajat.

Temperatur prosesor menggunakan Deepcoll RF120FS

 

Tips Memilih Fan CPU Cooler

Sebelum menuju pembahasan tips memilih Fan CPU Cooler, Anda perlu memahami bahwa yang akan diganti adalah Kipas/ Fan bukan lempengan alumuniumnya. CPU Cooler macamnya ada 2 yaitu menggunakan pendingin lempengan aluminium/ tembaga dan menggunakan radiator yang di dalamnya terdapat cairan pendingin.

Yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah CPU Cooler yang menggunakan lempengan aluminum/ tembaga kemudian udaranya ditiup lagi menggunakan kipas. Baiklah berikut tip memilih Fan CPU Cooler:

1. Sesuaikan Ukuran Fan

Fan ukurannya bermacam-macam, ada yang 100mm, 120mm, hingga 140mm. Silahkan ukur dulu berapa ukuran Fan CPU Cooler, setelah diketahui hasilnya baru beli Fan yang ukurannya sama. Jangan sampai melebihi ukuran standarnya karena kalau dipaksakan memakan tempat komponen lain seperti RAM.

2. Perhatikan Konektornya

Fan yang dijual di pasaran biasanya untuk penggunaan casing saja, jarang sekali Fan khusus untuk CPU Cooler. Untuk itu Anda wajib memperhatikan konektor listriknya, jangan sampai membeli Fan yang menggunakan Molex Pin karena tidak bisa dihubungkan dengan motherboard.

Cari Fan yang menggunakan 4 pin atau 3 pin, karena ini merupakan standarnya. 4 pin untuk Fan yang menggunakan LED/ RGB dan 3 pin untuk Fan tanpa LED/ RGB.

3. Periksa Kecepatan Putaran Kipas

Penting sekali untuk membaca spesifikasi dari Fan yang akan dibeli, jangan cuma tertarik pada tampilannya tanpa memperhatikan kecepatan putaran kipasnya. Usahakan memilih Fan yang mempunyai kecepatan lebih tinggi dari bawaannya karena kalau sama suhu prosesornya tetap, semakin kencang suhunya turun.

4. Pilih Yang Ada Bantalan Karetnya

Tidak semua Fan menyertakan bantalan karet sehingga membuat suaranya berisik karena bersentuhan langsung dengan alumunium/ tembaganya, untuk itu cari Fan yang ada bantalan karet disetiap penghujung sudutnya.

Biasanya bantalan ini berada di area yang ada bautnya, atau tempat untuk mengaitkan Fan. Bantalan karet ini mampu meminimalisir getaran sehingga Fan tetap sunyi dan tidak berisik.

5. Cari Fan Dengan Noise Terkecil

Noise adalah suara berisik atau bising, untuk itu pilihlah Fan yang noise paling kecil. Tingkat kebisingan ini diukur dengan satuan desibel (dB), semakin kecil angkanya maka semakin sunyi senyap dan begitu juga sebaliknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.