Sinematografi

Pengertian Sinematografi dan Tekniknya

Posted on

Sinematografi (cinematography) adalah istilah yang sering muncul pada dunia perfilman. Dahulu sinematografi hanya dipelajari oleh kalangan tertentu saja yang mempunyai modal cukup untuk menyediakan peralatannya, namun kini semua orang bisa mempelajarinya. Seiring meningkatnya pertumbuhan ekonomi, harga kamera tidaklah terlalu mahal bahkan menggunakan smartphone canggih dengan kualitas kamera bagus sudah cukup.

Pelajaran sinematografi sekarang mulai diberikan di sekolah-sekolah terutama di SMK yang ambil jurusan Multimedia. Untuk SMA biasanya sinematografi masuk dikegiatan ekstrakurikuler. Hadirnya sinematografi diharapkan bisa menjawab kebutuhan akan tantangan dunia perfilman baik itu yang profesional maupun sekedar menyalurkan hobi bikin video pendek.

Dalam hal ini YouTube juga membawa andil besar tumbuhnya sinematografer Indonesia, mereka pada berlomba-lomba bikin video menarik yang akan diunggahnya ke YouTube demi mendapatkan penghasilan.

Pengertian Sinematografi

Sinematografi adalah ilmu yang membahas tentang teknik pengambilan gambar video dan mengolahnya menjadi suatu rangkaian yang memiliki kemampuan menyampaikan ide atau cerita. Kata sinematografi berasal dari serapan bahasa Yunani yaitu Kinema (gerakan) dan Graphein (merekam).

Berdasarkan pengertian tersebut sinematografi berkaitan erat dengan video, namun tetap berakitan dengan foto (fotografi). Orang yang melakukan sinematografi disebut sinematografer. Seorang sinematografi bertanggung jawab pada semua aspek visual dalam pembuatan sebuah film yang meliputi penjabaran visual pada skenario, pemilihan jenis kamera, lensa,  jenis filter lensa, dan pemilihan lampu sesuai konsep arahan sutradara.

Sinematografi pada dasarnya adalah seni pengisahan secara visual. Dapat dikatakan bahwa sinematografi merupakan seni dari seorang sinematografer atau direktur fotografi dalam sebuah film.

Sinematografi memiliki objek yang sama dengan fotografi yakni menangkap pantulan cahaya yang mengenai benda. Karena objeknya sama maka peralatannya mirip. Perbedaannya, peralatan fotografi menangkap gambar tunggal, sedangkan sinematografi menangkap rangkaian gambar. Penyampaian ide pada fotografi memanfaatkan gambar tunggal, sedangkan pada sinematografi memanfaatkan rangkaian gambar. Jadi sinematografi adalah gabungan antara fotografi dengan teknik perangkaian gambar atau dalam sinematografi disebut montase (montage).

Teknik Sinematografi

Dalam perfilman sinematografi merupakan hal yang sangat penting karena ini merupakan teknik pengambilan objek. Film yang bagus bukan berdasarkan kamera yang bagus, tetapi juga dari penguasaan sinematografinya. Memang sih kamera bagus mempengaruhi hasil gambar, tetapi sinematografi adalah bagaimana Anda memaksimalkan penggunaan kamera tersebut.

Teknik dalam sinematografi tidaklah rumit, dimulai dari:
1. Pergerakan kamera maju atau mundur
2. Pergerakan kamera keatas atau kebawah
3. Jarak kamera dengan objek
4. Kestabilan kamera
5. Posisi pengambilan gambar.

Teknik pengambilan gambar dalam sinematografi

1. Bird Eye View
Teknik pengambilan gambar yang dilakukan dengan ketinggian kamera berada di atas ketinggian objek. Hasilnya akan terlihat lingkungan yang luas dan benda-benda lain tampak kecil dan berserakan.

2. High Angle
Sudut pengambilan dari atas objek sehingga mengesankan objek jadi terlihat kecil. Teknik ini memiliki kesan dramatis yaitu kerdil/ cebol.

3. Low Angle
Sudut pengambilan dari arah bawah objek sehingga mengesankan objek jadi terlihat besar. Teknik ini memiliki kesan dramatis yaitu nilai agung/ prominance, berwibawa, kuat, dominan.

4. Eye Level
Sudut pengambilan gambar sejajar dengan objek. Hasilnya memperlihatkan tangkapan pandangan mata seseorang. Teknik ini tidak memiliki kesan dramatis melainkan kesan wajar.

5. Frog Eye
Sudut pengambilan gambar dengan ketinggian kamera sejajar dengan alas/dasar kedudukan objek atau lebih rendah. Hasilnya akan tampak seolah-olah mata penonton mewakili mata katak.

Sinematografi dapat mengekspresikan berbagaimacam emosi, tanpa teknik ini mungkin sulit sekali mendapatkan ekspresi dari masing-masing peran dalam film.

Demikianlah informasi mengenai pengertian sinematografi dan tekniknya, semoga bermanfaat untuk Anda khususnya yang mendalami sinematografi.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.