Demi keamanan penggunanya, kini Meta selaku pemilik WhatsApp telah mengaplikasikan passkey pada aplikasi buatannya. Dengan adanya passkey tingkat keamanan pada WhatsApp lebih tinggi namun juga merepotkan penggunanya.
Seperti yang dialami TERAA.NET ketika ingin bikin akun WhatsApp dengan nomor yang baru dibeli ternyata ketika didaftarkan minta memasukkan passkey padahal belum pernah membuatnya. Isian passkey muncul setelah memasukkan kode verifikasi yang dirimkan via SMS.
Saya ulangi berkali-kali tetap tidak bisa, tetap disuruh memasukkan passkey. Kemudian di bawah menu passkey ada opsi untuk forgot yang notifikasinya dikirimkan via email yang terasosiasi dengan nomor tersebut.
Baca: Cara Membuka File Privat di MIUI Xiaomi, Redmi, Poco
Bingungkan? memang sangat membingungkan dan akhirnya memutuskan menghubungi pihak WhatsApp via email. Dari sinilah mendapatkan jawaban bahwa nomor kartu SIM yang baru dibeli ternyata pernah di daftar WhatsApp.
Berikut ini cuplikan jawaban dari pihak WhatsApp
Jika Anda diminta memasukkan passkey, tetapi Anda belum pernah membuatnya sebelumnya, maka kemungkinan besar nomor telepon Anda sebelumnya telah digunakan oleh orang lain untuk membuat akun WhatsApp dan mengatur verifikasi dua langkah.
Dalam hal ini, Anda perlu menunggu 7 hari setelah mendaftar sebelum bisa mengatur ulang PIN verifikasi dua langkah. Setelah 7 hari, Anda bisa mencoba mendaftarkan ulang nomor telepon Anda dan mengatur ulang PIN verifikasi dua langkah.
Artinya kartu perdana yang dibeli ternyata bekas orang lain yang mungkin sudah dinonaktifkan sama pihak Indosat kemudian dijual kembali. Saya disuruh menunggu 7 hari supaya bisa daftar WhatsApp tanpa masalah passkey.
Mudah-mudahan apa yang disampaikan memang benar dan setelah 7 hari bisa punya akun WhatsApp dengan nomor yang baru dibeli.
Bagi Anda yang belum tahu apa itu passkey, jadi passkey adalah metode login modern yang memungkinkan Anda mengakses situs web atau aplikasi tanpa perlu mengetik atau mengingat kata sandi. Passkey menggunakan kunci kriptografi dan biometrik perangkat Anda (seperti sidik jari, pemindaian wajah/Face ID, atau PIN layar) untuk memverifikasi identitas Anda.






