Ganti Ban CB150R Dengan Pirelli dan Michelin

Posted on

Pecinta otomotif tanah air tentu sudah tidak asing lagi dengan Pirelli dan Michelin, kedua brand tersebut sama-sama berasal dari luar negeri. Pirelli berasal dari Italia sedangkan Michelin dari Perancis, kedua ban ini mudah ditemui dimana-mana termasuk Indonesia. Bila Anda penasaran untuk mengganti ban standar bawaan motor cobalah ganti dengan Pirelli atau Michelin.

Melalui artikel ini, TERAA.NET berbagi pengalaman mengganti ban IRC Road Winner bawaan Honda CB150R dengan Pirelli dan Michelin. Sebenarnya sih ingin sama-sama menggunakan Pirelli namun karena saat itu stoknya kosong akhirnya ganti Michelin. Pergantian ban tidak dilakukan secara bersama-sama karena yang depan patternnya masih bagus sedangkan belakang sudah layak ganti.

Jadi prioritas utama yang diganti adalah ban belakang dengan Pirelli Angel City ukuran 130/70-17. Ban ini dibeli di Planetban dengan harga Rp. 590.000 sudah termasuk biaya pasangnya. Selang 3 minggu kemudian ban IRC Road Winner bagian depan muncul benjolan atau menggelembung. Kalau ditekan pada bagian yang benjol ini empuk sekali namun dibagian lain terasa keras seperti nitrogen masih penuh.

Benjolan tersebut berada dilapisan luar tepatnya antara bagian dalam dan luar. Penyebabnya bisa karena menghajar jalan berlobang dalam kecepatan tinggi, usia dan pemakaian ban terlalu lama, dan kualitas karetnya jelek. Benjolan tersebut bisa diatasi dengan jarum ke arah menyamping untuk membuang udara di dalamnya.

Baca: Harga Ban Tubeless Honda CB150R Semua Brand

Meskipun ban depan CB150R normal kembali, perasaan tetap tidak tenang dan akhirnya memutuskan untuk menggantinya dengan yang baru. Tempat beli ban tidak sama, bila dulu di Planetban kini ganti di Bakoel Ban, Tulungagung. Kenapa ganti… karena ingin mendapatkan harga termurah.

Niat awal ingin menyamakan dengan ban belakang yang menggunakan Pirelli Angel City, karena stoknya habis akhirnya ganti Mihcelin City Grip dengan harga Rp. 350.000. Diatasnya ada Michelin Pilot Street dengan harga Rp. 490.000, karena bukan motor balap akhirnya pakai City Grip lebih dari cukup.

Pengalaman Menggunakan Ban Pirelli Angel City

Pirelli Angel City Ring 17
Pattern Pirelli Angel City, cocok untuk racing

Ban luar negeri dan dalam negeri memang tidak bisa dibandingkan secara aple to aple, beda kelas. Sebelum mencoba Pirelli, dulu menganggap kalau IRC Road Winner yang paling enak ternyata setelah ganti beda jauh. Permasalahan yang kerap muncul ketika menggunakan IRC seperti licin di jalan basah, gampang selip, bergoyang sendiri ketika melintasi jalan bergelombang tidak ditemukan ketika menggunakan Pirelli Angel City.

Mau melaju kecepatan 110km/ jam juga enak, buat cornering juga tidak selip. Pokoknya ban ini rekomended banget untuk Anda yang gila kecepatan dan tikung-menikung. Kekurangan dari tipe Angel City adalah tidak enak digunakan pada jalan tanah yang becek, licin banget. Hal itu wajar karena ban ini bukan dual purpose untuk jalan aspal dan tanah.

Pengalaman Menggunakan Ban Michelin City Grip

Michelin City Grip Ring 17
Pattern Michelin City Grip, cocok untuk kota-kota

Michelin City Grip ini memang unik, pemasangan untuk ban depan dan belakang tidak sama. Meskipun pattern sama namun untuk ban depan masangnya terbalik sedangkan ban belakang ke arah depan. Jadi bila Anda pernah melihat orang memakai ban Michelin terbalik itu bukan keliru atau bodoh yang masang melainkan petunjuk dari pabrikannya begitu.

Arah terbalik pada ban depan berfungsi untuk memecah air bila kondisi jalan basah. Patten cukup lengket untuk aspal dan tanah kering, agak basah masih bisa ditolerir jika dibandingkan IRC dan Pirelli. Karakter ban Michelin ini memang agak kaku untuk belok namun kalau telah terbiasa juga enak.

Benar juga apa yang dikatakan orang-orang kalau Michelin itu ngajak rebahan. Kaku saat belok hilang dengan sendirinya kalau membawa motornya juga ikutan miring, pokoknya enak untuk cornering.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.