Tips Memilih Fan Casing

Tips Memilih Fan Casing Yang Ideal

Posted on

Membeli fan casing bukan sekedar asal beli saja namun ada beberapa indikator penentu apakah fan yang Anda beli ideal. Artinya sesuai dengan kebutuhan PC yang dirakit, apakah awet dan cukup untuk mendinginkan komponen komputer yang ada di dalam casing.

Saat ini fan casing bukan sekedar pendingin saja melainkan sebagai keindahan bagi pemiliknya sehingga dijual lah fan dengan beragam warna lampu RGB LED. Ada fan polosan dengan warna hitam atau putih, ada fan dengan satu warna LED, dan ada juga yang RGB.

Semua tergantung selera, namun jangan lupakan substansi dari membeli fan itu sendiri. Memang sih dengan pemilihan fan yang tepat bisa membuat komponen komputer tahan lama, begitu juga dengan pemiliknya bila dirasa cocok bisa menambah nilai keindahan bakal betah bekerja di depan PC.

Desain casing dengan jendela samping transparan bisa menampilkan komponen apa saja yang dirakit dan tentu disinari oleh lampu dari casing. Kalau TERAA.NET sendiri suka fan low profil, soal lampu biar dari RGB Motherboard saja.

Kembali pada topik artikel, berikut ini ada beberapa indikator dalam memilih fan casing yang ideal. Selengkapnya baca penjelasan sampai habis.

Baca: Tips Memilih CPU Air Cooler Terbaik Untuk PC

 

Tips Memilih Fan Casing Yang Baik

Istilah yang dibahas ini biasanya muncul pada spesifikasi fan casing, untuk itu nanti sesuaikan berapa angka dari masing-masing indikator.

1. CFM

CFM kepanjangan dari Cubic Feet per Minute yang berarti seberapa banyak udara yang fan dihembuskan. CFM tinggi berisik begitu juga sebaliknya CFM rendah silent,  tetapi tidak semua CFM tinggi berarti berisik karena ada beberapa faktor yang berpengaruh.

2. dBa

dBa kepanjangan dari Decibel Adjusted, ukuran untuk menyatakan tingkat kebisingan, semakin tinggi CFM biasanya semakin tinggi dBa.

3. RPM

RPM kepanjangan dari Revolutions Per Minute, besaran RPM mengartikan bahwa berapa banyak fan bisa melakukan putaran satu lingkaran penuh selama satu menit. Semakin tinggi RPM, semakin besar tingkat kebisingannyA.

4. Static Pressure

Mungkin ini salah satu indikator yang biasa orang lupakan dalam memilih fan. Static pressure adalah seberapa banyak fan menghembuskan dan menghisap udara melewati objek seperti heatsink, radiator, dsb. Semakin besar static pressure, semakin besar pula jumlah udara yang melewati fin heatsink atau radiator. Static pressure tergantung dari design fan dan turbulensi yang dibuat.

5. Bearings

Sleeve Bearing – menggunakan dua sisi yang biasanya dilumasi dengan oli atau semacam grease untuk mengurangi gesekan. Tipe bearings ini kurang tahan lama karena sisi yang bergesekan bisa aus atau pelumas kering.

Sleeve bearings biasanya tidak tahan panas, dan posisi pemasangan sangat berpengaruh kecuali vertical. Life span sleeve bearing ini sekitar +- 40.000jam – 50 C. Umumnya fan sleeve bearing dibandrol dengan harga terjangkau, dan memiliki RPM yang kecil untuk menjaga ketahanan dari fan tersebut.

Bola Bearing – menggunakan semacam seal yang berisi bola besi, seperti bearings untuk ban sepeda atau motor. Umumnya dengan harga yang lebih mahal dan lebih memiliki ketahanan yang lebih panjang dibanding tipe sleeve.

Fan tipe ini juga tahan di temperatur yang panas dan lebih sunyi dibanding sleeve bearings di putaran tinggi. Life span +- 63.000jam – 50 C.

S-FDB Bearing – fan casing dengan konfigurasi yang lebih rumit dan memiliki life span yang lebih panjang serta durabilitas yang lebih baik serta tingkat kebisingan rendah. Fan ini dikenal sebagai S-FDB yg kebanyakan digunakan pada fan Scythe.

S-FDB Bearing biasanya diaplikasikan pada fan kelas atas sepeti Thermalright, Noctua, dan Artic.

Baca: Tips Memilih Casing Sesuai Kebutuhan Pengguna

4. PWM

PWM merupakan kepanjangan Pulse Width Modulation yang berfungsi mengatur kecepatan putaran fan/ kipas secara otomatis maupun manual. Fan seperti ini nanti RPM bisa menyesuaikan suhu di dalam casing, bisa juga pengguna mengaturnya sendiri melalui BIOS atau aplikasi bawaan motherboard.

Tidak semua fan casing ada fitur PWM-nya, cirinya menggunakan 4 PIN PWM yang ditancapkan pada motherboard. Dalam pemasangannya daya tidak diambil langsung dari power supply melainkan socket fan 4 PIN PWM.

Fan casing murahan biasanya menggunakan 2 atau 3 pin, untuk itu bila menggunakan 4 PIN pasti fan tersebut sudah PWM.

Baca: Pengertian PWM Pada Fan Casing/ Fan Heatsink/ Fan Radiator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.